Peternak Domba Brebes Keluhkan Maraknya Domba Impor

Medcom • 12 Januari 2026 18:01

Brebes: Para peternak domba di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan maraknya domba impor yang masuk ke pasar domestik. Kondisi tersebut dinilai membuat domba lokal kurang diminati pembeli sehingga berdampak pada anjloknya harga jual di tingkat peternak. Keluhan ini disampaikan para peternak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, yang dikenal sebagai salah satu sentra ternak domba di Brebes.

 

Masuknya domba impor dinilai mematahkan semangat peternak lokal yang tengah mengembangkan domba dan kambing peranakan. Selain kalah bersaing dari sisi ukuran tubuh, domba impor dianggap lebih diminati konsumen karena terlihat lebih gemuk dan memiliki daging lebih banyak. Di sisi lain, peternak kecil juga harus bersaing dengan peternak bermodal besar yang lebih mampu bertahan di tengah kondisi pasar yang sulit.

 

Salah satu peternak domba, Sabar Budianto, mengaku harga ternak saat ini mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, isu masuknya domba impor dari Australia dan Timur Tengah turut memengaruhi minat pasar terhadap domba lokal. “Harga kambing dan domba lokal sekarang benar-benar jatuh. Kami peternak kecil kesulitan bersaing dengan ternak impor yang ukurannya lebih besar,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan peternak lainnya, Ikhsan Nurofik, yang menyebut penurunan harga telah terjadi dalam dua tahun terakhir. Ia mengungkapkan, domba hasil ternaknya yang sebelumnya bisa dijual dengan harga ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah, kini hanya laku di kisaran ratusan ribu rupiah. Para peternak pun berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan impor agar keberlangsungan peternak domba lokal tetap terjaga.

 

(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MMI)

Medcom Nasional