Aksi Wayang Semar hingga Petruk Suarakan Penolakan Pemilihan Lewat DPRD

Medcom • 12 Januari 2026 11:11

Yogyakarta: Dengan mengenakan busana pentas tradisional, komunitas Masyarakat Seni Tradisi (Matra) Yogyakarta menggelar aksi teatrikal budaya di kawasan depan Gedung Agung Yogyakarta, Jumat. Pertunjukan ini menjadi ruang ekspresi seni yang memadukan teater jalanan dengan simbol-simbol budaya Jawa yang sarat makna.

 

Dalam pementasan tersebut, para seniman menampilkan tokoh punakawan Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong yang dikenal sebagai representasi rakyat kecil dalam khazanah pewayangan Jawa. Tokoh-tokoh ini diperagakan menyusuri kawasan Margomulyo, salah satu ruas jalan utama Kota Yogyakarta, sambil menyampaikan pesan moral melalui gerak, ekspresi, dan dialog teatrikal.

 

Selain punakawan, seniman juga menghadirkan sosok gendruwo yang dimaknai sebagai simbol kekuatan besar dalam kehidupan sosial. Kehadiran karakter ini menjadi bagian dari narasi pertunjukan yang menggambarkan dinamika antara kekuasaan dan suara masyarakat, disampaikan secara simbolik melalui bahasa seni pertunjukan.

 

Koordinator aksi, Agus Becak, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar dengan pendekatan budaya sebagai bentuk pengingat bagi para pemimpin agar tidak memaksakan kehendak. Ia juga berharap Yogyakarta tetap menjadi kota yang menjaga dan merawat iklim demokrasi agar terus hidup.

 

(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MMI)

Medcom Nasional