Sumatera Barat: Ajang pacuan tradisional Pacu Jawi tahunan kembali menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tradisi ini digelar sebagai bentuk perayaan berakhirnya musim panen padi sekaligus menjadi ajang bagi para petani untuk memamerkan ternak andalan mereka dalam sebuah pertunjukan rakyat yang sarat keseruan dan nilai budaya.
Dalam pelaksanaannya, para petani mempersiapkan sapi terbaik mereka untuk berlaga di lintasan berlumpur. Sepasang ternak dilepaskan dan dipandu oleh joki yang berdiri di belakang sambil berlari kencang di sawah basah. Aksi ini tak hanya menguji kekuatan ternak, tetapi juga menjadi hiburan yang mengundang decak kagum ratusan penonton yang memadati area persawahan.
Pemilik ternak, Parlin, menjelaskan bahwa Pacu Jawi tidak mengenal sistem juara seperti perlombaan pada umumnya. Penilaian lebih mengedepankan kualitas dan penampilan sapi di lintasan. “Tidak ada juara satu atau dua. Biasanya masyarakat yang menilai sendiri mana sapi yang bagus dan layak diperhitungkan,” ujarnya.
Sementara itu, penyelenggara Pacu Jawi, Ridwan, mengatakan tradisi ini rutin digelar secara bergiliran di empat kecamatan di Tanah Datar, yakni Pariangan, Rambatan, Lima Kaum, dan Sungai Tarab, dengan melibatkan hingga ratusan ekor sapi. Selain menjaga kelestarian adat dan tradisi lokal, Pacu Jawi juga diharapkan mampu menarik kembali minat wisatawan untuk berkunjung ke Tanah Datar, khususnya pasca bencana yang sempat melanda wilayah tersebut.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di