Polri menerjunkan 63 konselor untuk membantu memulihkan trauma korban gempa di tujuh kabupaten terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Pendampingan trauma healing ini menyasar warga di lokasi pengungsian, termasuk anak-anak yang masih mengalami rasa takut dan trauma setelah bencana.
Para konselor berasal dari Polda NTT, Biro Psikologi SSDM Mabes Polri, serta sejumlah Polda lainnya. Mereka memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk membantu mengurangi rasa takut dan emosi negatif akibat gempa.
Melalui pendampingan tersebut, korban diharapkan bisa kembali tenang dan perlahan menjalani aktivitas seperti biasa.
Polri memastikan penanganan korban gempa tidak hanya berfokus pada bantuan logistik. Layanan trauma healing juga akan terus dilakukan di sejumlah lokasi pengungsian, terutama untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)