Dibangun di atas lahan pribadi seluas sekitar 225 meter persegi, rumah ini terdiri dari dua bangunan utama yang tampak seperti dua unit bus terparkir. Detailnya pun dibuat menyerupai aslinya, mulai dari bodi, kaca, hingga ornamen interior. Bahkan, Supardi memberi nomor polisi 'B490NG' yang dibaca 'Bagong', sesuai dengan nama panggilannya.
Meski proses pembangunan belum sepenuhnya rampung, rumah unik ini sudah ramai dikunjungi warga dan menjadi daya tarik baru di desa. Pemerintah setempat pun melihat potensi besar sebagai destinasi wisata kreatif yang bisa menggerakkan ekonomi lokal.
Ke depan, Supardi berencana mengecat bangunan tersebut dengan warna merah khas bus Agramas agar semakin mirip aslinya. Ia juga berinisiatif meminta izin kepada pihak perusahaan otobus, sebagai bentuk penghargaan terhadap inspirasi yang diangkat dari dunia transportasi tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)