Perjalanan akademiknya bukan tanpa hambatan. Marta yang merupakan ibu dari empat anak ini sempat menunda studi doktoralnya akibat berbagai ujian hidup, mulai dari merawat ibunya yang sakit, kehilangan suami, hingga duka atas kepergian salah satu anaknya. Meski begitu, ia tetap teguh memegang mimpinya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
Sejak muda, Marta telah menunjukkan kecintaannya pada dunia akademik. Ia meraih gelar Sarjana Sastra Inggris pada era 1970-an, sembari menjalani peran sebagai ibu dan pendidik. Selama puluhan tahun, ia juga mengabdikan diri sebagai profesor, menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Di tengah keterbatasan fisik yang datang seiring usia, Marta akhirnya menuntaskan studi doktoralnya pada 2026. Baginya, belajar adalah cara untuk tetap hidup dan bermakna. Kisahnya menjadi pengingat kuat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar cita-cita, selama tekad dan semangat terus dijaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)