Dalam pelaksanaan tahun ini, warga membawa hasil bumi seperti pisang dan gula aren untuk diserahkan kepada 'bapak gede', sebutan bagi gubernur atau bupati. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk hubungan harmonis antara masyarakat adat dengan pemerintah.
Ritual Seba merupakan puncak dari rangkaian tradisi setelah masyarakat menjalani Kawalu selama tiga bulan. Terdapat dua jenis Seba, yakni Seba Kecil yang diikuti perwakilan kampung, serta Seba Gede yang melibatkan ribuan warga dalam perjalanan panjang penuh keteguhan.
Lebih dari sekadar tradisi, Seba Baduy menjadi sarana menyampaikan pesan leluhur kepada pemimpin. Pesan tersebut berisi harapan akan perlindungan alam, pelestarian hutan, serta menjaga keamanan wilayah menjadi sebuah pengingat bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus terus dijaga lintas generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)