Kepala BRIN Prof. Arif Satria meluruskan anggapan bahwa BRIN ingin ikut berjualan sepatu. Ia menegaskan, BRIN justru ingin menjadi R&D atau pusat riset dan pengembangan bagi UMKM, termasuk para pengrajin sepatu di Cibaduyut.
Menurut Arif, salah satu masalah UMKM di Indonesia adalah masih lemahnya kemampuan riset dan pengembangan. Karena itu, BRIN ingin hadir membantu UMKM menciptakan produk yang lebih berkualitas dan mampu bersaing.
Pendampingan tersebut tidak hanya untuk industri sepatu. BRIN juga membantu pengembangan kompor hingga industri batik agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
(rzs)