Keluhan Driver Ojol Meningkat, Lahan Parkir Khusus Ojol Dinilai Jadi Kebutuhan Mendesak

Medcom • 23 Juni 2026 15:00
Jakarta: Minimnya ketersediaan kantong parkir khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta masih menjadi persoalan yang dikeluhkan para mitra pengemudi. Selain harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir di sejumlah gedung dan pusat perbelanjaan, mereka juga menghadapi risiko kehilangan kendaraan apabila terpaksa memarkir motor di luar area resmi.

Sejumlah pengemudi mengaku kerap berada dalam situasi sulit saat mengantar penumpang atau mengambil pesanan makanan. Jika masuk ke area parkir gedung, mereka harus membayar tarif yang mengurangi pendapatan. Namun jika memilih parkir di luar, mereka berisiko terkena penertiban, kendaraan dirusak, hingga kehilangan motor akibat parkir di lokasi yang tidak aman.

Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana mengundang pengelola gedung untuk membahas penyediaan fasilitas parkir khusus bagi pengemudi ojol. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih terstruktur sekaligus mendukung kelancaran aktivitas transportasi berbasis aplikasi yang kini menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat perkotaan.

Beberapa opsi yang tengah didorong antara lain penyediaan holding area atau area tunggu khusus, zona pick up dan drop off, hingga kerja sama antara pengelola gedung dan platform transportasi online untuk membangun sistem antrean digital yang lebih tertata. Dengan semakin tingginya aktivitas layanan daring, keberadaan fasilitas pendukung yang aman dan memadai dinilai penting untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional