Pencipta drone bernama Wahid ini mengungkapkan, bahan utama pembuatan drone berasal dari holo aluminium, papan fiber, hingga peralatan dapur yang dimodifikasi. Awalnya, drone tersebut dibuat untuk membantu para pemancing melempar umpan ke tengah laut. Namun, melihat kemampuan angkatnya yang cukup besar, drone ini kemudian dikembangkan untuk kebutuhan evakuasi darurat.
Drone buatan Wahid mampu mengangkat beban antara 1,5 hingga 3 kilogram, sehingga dapat digunakan untuk membawa pelampung atau perlengkapan pertolongan lainnya. Bahkan, drone ini telah diuji coba di Pantai Ketawang dengan jarak terbang mencapai sekitar 450 meter ke arah laut, membuktikan keandalannya dalam kondisi lapangan.
Hingga kini, Wahid telah menciptakan empat jenis drone custom dengan spesifikasi berbeda. Proses pembuatan satu unit drone memerlukan waktu sekitar 20 hari hingga lebih dari satu bulan, tergantung tingkat kerumitan. Drone tersebut dibanderol dengan harga mulai dari Rp5 juta hingga Rp9 juta, dan diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung upaya penyelamatan di wilayah pesisir.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)