Cuanki mini ini dijajakan oleh Deden Mahmud, warga Desa Bojongkoneng. Gerobak dagangannya tampak selalu dipadati pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Keunikan sajian cuanki super mini ini membuat banyak warga penasaran, bahkan tak sedikit yang datang sekadar untuk mencicipi hingga membuat konten media sosial.
Meski baru dirintis kurang dari satu bulan, usaha ini mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam sehari, Deden yang dibantu sang istri mampu menjual sekitar 100 hingga 150 porsi cuanki mini dengan harga terjangkau, yakni seribu rupiah per porsi. Bahkan, dalam waktu kurang dari satu jam saat berkeliling kampung, puluhan porsi bisa ludes terjual.
Deden mengaku sengaja menghadirkan konsep berbeda karena pedagang cuanki dengan gerobak standar sudah banyak. Ia pun merancang dan membuat sendiri gerobak serta peralatan mini di rumahnya dengan waktu pengerjaan sekitar lima hingga tujuh hari. Dengan perbandingan ukuran gerobak satu banding empat belas dari ukuran asli, cuanki super mini ini menjadi bukti bahwa ide sederhana dan kreatif mampu menarik perhatian sekaligus membuka peluang usaha.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)