Dolar Menguat, Perajin Tahu di Cianjur Terpaksa Hentikan Produksi

Medcom • 09 Juni 2026 13:46
Cianjur: Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai memberikan dampak pada sektor usaha kecil di berbagai daerah. Salah satu yang terdampak adalah para perajin tahu di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang terpaksa menghentikan produksi akibat melonjaknya biaya bahan baku.

Sejak sekitar dua bulan terakhir, sejumlah tempat produksi tahu di Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, tidak lagi beroperasi. Kenaikan harga kedelai impor yang dipicu oleh penguatan dolar membuat biaya produksi meningkat signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan para perajin mengalami kerugian dan memilih menghentikan sementara kegiatan usaha mereka.

Selain harga kedelai yang terus naik, pelaku usaha juga menghadapi kenaikan harga minyak goreng yang menjadi kebutuhan penting dalam proses produksi. Beban biaya yang semakin besar membuat usaha tahu skala kecil kesulitan bertahan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Sementara itu, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita juga menjadi perhatian masyarakat. Di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan, harga jual Minyakita dilaporkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Di pasar tradisional, harga minyak goreng tersebut mencapai sekitar Rp18.000 per liter.

Selain mengalami kenaikan harga, ketersediaan stok Minyakita di sejumlah kios juga mulai berkurang. Kondisi ini dikhawatirkan semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memberikan tekanan tambahan bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada minyak goreng sebagai salah satu bahan produksi utama.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional