Aktivitas perdagangan di kawasan tersebut kini tidak seramai biasanya. Kenaikan nilai tukar dolar membuat harga barang elektronik yang sebagian besar masih bergantung pada komponen dan produk impor mengalami peningkatan. Kondisi ini turut memengaruhi daya beli masyarakat yang cenderung menurun.
Sejumlah pedagang mengaku harus menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan usahanya. Salah seorang pedagang peralatan sound system menyebut omzet penjualannya turun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal. Untuk mengimbangi penurunan penjualan, ia mulai memperluas pemasaran melalui platform daring.
Pedagang lain memilih memberikan informasi lebih awal kepada pelanggan terkait potensi kenaikan harga. Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan dapat membeli dan menyimpan stok barang sebelum harga kembali mengalami penyesuaian. Strategi ini dinilai cukup membantu menjaga transaksi tetap berjalan meski tidak sebaik saat kondisi ekonomi lebih stabil.
Mayoritas pelaku usaha di kawasan Glodok berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mereka menilai stabilitas kurs sangat penting untuk menekan kenaikan harga barang impor sekaligus mendorong pemulihan daya beli masyarakat yang menjadi faktor utama dalam aktivitas perdagangan elektronik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)