Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga, Efnie Indrianie menjelaskan bahwa walaupun belum ada penelitian mengenai korelasi perilaku 'flexing' dengan agresifitas pada anak, namun bukan tidak mungkin itu terjadi. Pasalnya, di usia 20 tahun terdapa kebutuhan eksistensi diri pada setiap orang.
Tindakan 'flexing' dapat dilihat sebagai salah satu usaha pemenuhan aspek tersebut. Sehingga bukan tidak mungkin perilaku tersebut dapat saling bersinggungan dan menjadi pendorong sifat agresif pada seseorang.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id.
(ARV)