Kediri: Inovasi budidaya ikan lele terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya usaha perikanan. Salah satunya dilakukan Raja Lele Indonesia di Kediri, Jawa Timur, melalui pengembangan formula pakan khusus yang diklaim mampu mempercepat masa panen.
Pengembang metode tersebut, Muzamil Andriansyah atau Haji Aan, menyebut formula pakannya memungkinkan panen pertama dilakukan saat lele berusia 45 hari. Waktu tersebut lebih singkat dibandingkan metode budidaya konvensional yang umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Formula tersebut juga diklaim dapat menghemat biaya pakan hingga 50 persen.
Budidaya lele ini menerapkan sistem sirkulasi air selama 24 jam dengan kapasitas kolam mencapai 200 ribu ekor. Ke depan, Muzamil menargetkan pengembangan sentra budidaya lele agar dapat diperluas untuk membuka peluang usaha bagi peternak, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung pasokan lele nasional.
"Tujuan utama kami juga untuk mendukung ketahanan pangan yang selama ini pemerintah benar-benar galakkan di seluruh Indonesia. Siapa tahu dengan inovasi dan ide kami, setidaknya ikut membantu pemerintah dalam menjalankan program ketahanan pangan ini," ujar Muzamil.
(MUM)