Maumere: Sebuah gereja berusia sekitar 130 tahun di Pulau Flores nyaris tidak mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang diikuti ribuan gempa susulan. Gereja St. Ignatius Loyola masih berdiri kokoh di tengah permukiman warga di Desa Sika, Maumere. Rekaman drone yang diambil pada Kamis menunjukkan bangunan gereja tetap berdiri di tengah kawasan yang terdampak gempa.
Gempa yang mengguncang Flores sebelum fajar pada 15 Agustus 2026 tersebut memicu longsor, merusak rumah dan infrastruktur, serta menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Di tengah dampak kerusakan tersebut, kondisi Gereja menjadi perhatian warga karena bangunan tua itu hampir tidak mengalami kerusakan berarti.
Bagi warga setempat, gereja yang tetap berdiri kokoh kembali mengingatkan mereka pada gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Flores pada 12 Desember 1992. Bencana tersebut juga meninggalkan kenangan mendalam bagi masyarakat Flores. Gereja St. Ignatius Loyola disebut telah melewati bencana besar tersebut dan kembali bertahan dari gempa yang terjadi pada Agustus 2026.
Sebagian warga meyakini fondasi batu yang kokoh menjadi salah satu faktor gereja mampu bertahan dari guncangan. Namun, sebagian warga lainnya memiliki keyakinan bahwa keselamatan gereja tersebut merupakan bentuk perlindungan Tuhan. Hingga kini, Gereja St. Ignatius Loyola tetap berdiri di tengah kawasan yang terdampak gempa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)