Sragen: Musim kemarau panjang tak selalu membawa kerugian bagi petani. Di Desa Jeruk, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, petani menyiasati lahan sawah yang mulai kekurangan air dengan beralih menanam kacang tanah. Lahan seluas sekitar 1.300 meter persegi yang mengering disulap menjadi ladang produktif.
Kacang tanah dipilih karena mampu tumbuh di tanah kering dan tidak membutuhkan banyak air. Strategi ini pun berbuah manis karena harga kacang tanah kering saat ini mencapai Rp20.000 per kilogram, naik sekitar 100 persen dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
Petani menilai kenaikan harga terjadi karena pasokan kacang tanah berkurang. Sebagian petani memilih menanam jagung sehingga ketersediaan kacang tanah di pasaran ikut menurun. “Kalau kurang hujan itu justru malah bagus. Kebetulan ini harganya lagi bagus, Pak. Kacang tanah nggak kayak tahun-tahun kemarin. Bahkan bisa meningkat 70 persen lah harganya,” ujar Petani, Nur Nugroho.
Selain memiliki nilai jual yang tinggi, kacang tanah juga relatif mudah dirawat. Petani hanya perlu melakukan penyiangan dan pengairan selama masa tanam. Bagi warga setempat, kondisi kemarau menjadi momentum untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi alam sekaligus menjaga lahan tetap produktif.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)