Pakaian Menumpuk di Lemari? Sadar Lemari Ajak Ubah Jadi Lebih Bermanfaat

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 21 September 2026 12:36
Bogor: Berawal dari tumpukan pakaian di dalam lemari, Sarah Ratu Satriavi menginisiasi gerakan Sadar Lemari. Gerakan ini mengajak masyarakat lebih bijak mengelola pakaian yang sudah tidak terpakai agar tetap bermanfaat dan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Sarah mengatakan, Sadar Lemari berawal dari refleksi terhadap kebiasaannya sendiri dalam memilih dan menyimpan pakaian. Ia menyadari banyak pakaian yang menumpuk, bahkan tidak pernah digunakan. Dari situ, ia ingin mengajak masyarakat lebih sadar terhadap isi lemari masing-masing. Bersama suami dan keluarga, Sarah kemudian mengembangkan gerakan tersebut sejak 2023.

Melalui program Jumat Berkah, warga dapat menyumbangkan pakaian yang sudah tidak terpakai dengan syarat dalam kondisi bersih. Pakaian yang terkumpul kemudian dikurasi. Pakaian yang masih layak pakai akan dicuci kembali sebelum disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, seperti pesantren, panti asuhan, hingga penyintas bencana alam.

Sementara itu, pakaian yang sudah tidak layak pakai dipilah untuk diolah kembali melalui proses upcycling menjadi produk yang memiliki nilai jual. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung operasional dan keberlanjutan gerakan. Sadar Lemari pun menjadi upaya mengubah cara pandang terhadap pakaian bekas, bahwa barang yang tak lagi digunakan masih dapat memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Pakaian Bekas