Perjuangan Guru Mengajar di Sekolah Darurat Pasca Bencana

Medcom • 07 Januari 2026 12:33

Sumatera Utara: Di sekolah darurat SD Batu Hula, proses belajar mengajar bagi sejumlah sekolah dasar di desa terdampak bencana kembali dijalankan meski dalam segala keterbatasan. Tenda darurat, jumlah ruang kelas yang minim, serta sistem belajar bergilir menjadi keseharian baru bagi para siswa dan guru pasca bencana banjir. Dalam kondisi ini, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi anak-anak yang masih berusaha beradaptasi dengan situasi baru.

 

Salah satunya adalah Eva Simatupang, Guru Wali Kelas 6 SD Garoga, yang tetap hadir mendampingi murid-muridnya. Ia mengungkapkan, proses belajar di tenda darurat membutuhkan penyesuaian, baik dari sisi kedisiplinan maupun suasana belajar. “Pasti sangat berbeda dengan belajar di kelas seperti biasa. Anak-anak masih butuh penyesuaian agar kembali tertib dan fokus,” ujar Eva.

 

Di balik perannya sebagai pendidik, Eva juga merupakan salah satu korban banjir bandang. Meski mengalami duka mendalam, ia memilih kembali ke ruang kelas. Baginya, ketegaran dan semangat murid-muridnya justru menjadi sumber kekuatan untuk bangkit. Eva bercerita, salah satu orang tua muridnya menjadi korban jiwa, namun sang anak tetap tegar. Hal itu membuatnya tersadar untuk kembali menguatkan diri demi anak-anak didiknya dan keluarganya.

 

Namun, keteguhan itu lahir dari luka yang mendalam. Eva kehilangan orang tuanya dalam bencana tersebut dan hingga kini masih berjuang berdamai dengan rasa kehilangan. Meski demikian, ia memilih tetap hadir di sekolah darurat, tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai ketabahan, harapan, dan semangat hidup kepada anak-anak di tengah keterbatasan pasca bencana.
 

(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) 



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MMI)

Medcom Nasional