Banyumas: Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap inovasi lokal saat meninjau Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) berbasis lingkungan dan edukasi di Banyumas, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, perhatian Presiden tertuju pada produk genteng yang dihasilkan dari proses daur ulang sampah. Inovasi ini dinilai tidak hanya menjadi solusi bagi permasalahan limbah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menekan biaya program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Presiden memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas genteng hasil olahan sampah tersebut yang dianggap kokoh namun tetap memiliki harga yang terjangkau. Beliau melihat peluang besar agar material ramah lingkungan ini masuk ke dalam skema bantuan perumahan pemerintah di masa depan. Menurutnya, pemanfaatan produk hasil daur ulang adalah langkah nyata dalam mengubah limbah menjadi barang bernilai ekonomi yang bermanfaat langsung bagi kehidupan warga.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti penggunaan atap seng yang masih banyak ditemukan pada hunian warga. Ia menyayangkan penggunaan seng yang mudah berkarat karena dinilai berdampak buruk bagi kesehatan penghuni serta merusak estetika lingkungan. "Penggunaan seng yang berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang menghuni dan pandangannya juga tidak bagus," ujar Presiden, menekankan pentingnya beralih ke material yang lebih sehat dan tahan lama.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah pusat berkomitmen untuk mendorong pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu seperti yang ada di Banyumas melalui bantuan langsung. Langkah ini sejalan dengan ambisi besar nasional untuk mencapai target Zero Sampah pada akhir tahun 2028. Presiden berharap model edukasi dan pengolahan sampah ini dapat direplikasi secara nasional guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan efektivitas sistem ekonomi sirkular di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di