Dalam berbagai rekaman yang beredar, wisatawan tampak berjalan mengenakan pakaian tradisional Miao, berfoto, hingga mengikuti rangkaian kegiatan budaya. Lebih dari 1.200 rumah panggung berdiri rapi, menjadikan desa ini tak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan identitas tradisional yang masih dijaga.
Popularitas ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Pariwisata berkembang pesat melalui homestay dan penjualan kerajinan tangan, meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Dalam kurun waktu sekitar satu dekade, desa ini berhasil bertransformasi dari kawasan tradisional menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tiongkok.
Namun di balik kesuksesan tersebut, muncul pula perdebatan. Sejumlah pihak menilai perkembangan pariwisata berisiko menggeser nilai-nilai autentik budaya Miao. Desa ini pun menjadi contoh bagaimana upaya pelestarian budaya harus berjalan seimbang dengan arus komersialisasi yang tak terelakkan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)