Menurut sejarawan Asep Kambali, di era digital, generasi muda harus lebih kritis dalam menyaring informasi sejarah. Meski akses data semakin mudah, potensi misinformasi juga tinggi, termasuk dari mesin pencari atau AI.
Asep menekankan pentingnya membaca buku dan arsip sebagai sumber utama. Ia juga mengingatkan agar anak muda memeriksa siapa yang menyampaikan informasi, terutama di media sosial. Jika bukan ahli sejarah, konten tersebut patut diragukan kebenarannya.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)