Perjuangan Porter Tanah Abang Cari Rupiah untuk Keluarga

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 14 September 2026 16:07
Jakarta: Padatnya aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta, ada ratusan porter yang setiap hari menawarkan jasa mengangkut barang. Mereka membantu membawa barang dagangan dari truk menuju toko hingga mengantarkan belanjaan pembeli. Dengan tarif sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu sekali angkut, para porter harus berbagi peluang di tengah ramainya maupun sepinya pasar.

Pekerjaan tersebut bukan tanpa risiko. Salah seorang porter yang telah lebih dari 20 tahun bekerja di Tanah Abang mengaku harus menjaga kondisi fisik karena setiap hari memikul barang dengan beban berat. Ia bahkan pernah tidak bekerja selama lebih dari tiga hari setelah mengalami cedera akibat tertimpa barang dan terjatuh dari tangga. Meski demikian, kebutuhan keluarga membuatnya tetap bertahan menjalani profesi tersebut.

Pendapatan para porter juga sangat bergantung pada kondisi pasar. Saat ramai, terutama menjelang Idulfitri, mereka bisa mengantongi sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Namun ketika pasar sepi, penghasilan mereka bisa tidak ada sama sekali. Kondisi itu dialami Beta, yang telah tujuh tahun menjadi porter. Ia mengaku lebih sering menghabiskan waktu menunggu pelanggan dan terkadang memilih menginap beberapa hari di sekitar pasar karena tak ingin pulang tanpa membawa penghasilan untuk keluarga.

Meski menghadapi pekerjaan berat, risiko cedera, dan penghasilan yang tak menentu, para porter tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Harapan mereka sederhana, yakni Pasar Tanah Abang kembali ramai sehingga semakin banyak barang yang bisa diangkut dan rupiah yang dapat dibawa pulang. Bagi mereka, setiap tawaran jasa bukan sekadar pekerjaan, tetapi kesempatan untuk menjaga kehidupan keluarga tetap berjalan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Porter Tanah abang Pasar