Pada masa balita atau saat usia tiga tahun, bagian otak yang berfungsi mengatur emosi masih dalam tahap perkembangan yang cukup awal. Namun, kemampuan mereka untuk mengendalikan dan mengekspresikan emosi tersebut secara tenang dan teratur masih sangat terbatas. Biasanya, kemarahan mereka diekspresikan melalui tangisan, teriakan, atau perilaku yang tampak meledak-ledak. Berikut adalah lima cara anak mengatasinya agar anak dapat menghadapi kemarahan dengan cara yang sehat dan efektif:
1. Mengenali perasaan yang muncul
2. Menahan dorongan untuk bereaksi secara impulsif
3. Memahami bahwa kemarahan adalah perasaan yang normal
4. Mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata
5. Mendukung perkembangan keterampilan mengelola kemarahan
Sumber: Pexels
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)