Kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara di Indonesia. Peneliti Pusat Riset Biomedis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi skrining untuk meningkatkan deteksi dini dan mengurangi biaya pengobatan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah analisis VOC urine (Volatile Organic Compounds), dengan urin mengandung senyawa volatil yang dapat menjadi penanda kanker serviks.
Selain itu, dikembangkan metode mRPA-NALFIA yang bekerja mirip tes kehamilan. Metode ini menggunakan Recombinase Polymerase Amplification (RPA) untuk memperbanyak DNA dalam satu siklus pada suhu konstan tanpa mesin PCR. Sehingga, hasil dapat diperoleh dalam waktu kurang dari lima menit melalui visualisasi strip test.
Sumber : Pexels
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)