Kemendikbud: Isi Juknis Berbeda, Ini yang Membuat Kesalahpahaman

CrossCheck PPDB 2020
Medcom • 28 Juni 2020 14:25
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta tahun ajaran 2020/2021 memunculkan polemik. Sebab, dalam ketentuan PPDB jalur zonasi tahun ini menempatkan usia semakin tua sebagai prioritas seleksi. Semakin tua usia calon siswa, semakin besar diterima masuk sekolah.

DPR pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan turun tangan mengatasi masalah PPDB yang saat ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai bahwa implementasi seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan kriteria usia berpotensi salah dan telah memicu kegaduhan di DKI Jakarta. Salah satunya karena isi Petunjuk teknis (Juknis) yang tidak sesuai dengan Permendikbud nomor 44 tahun 2019 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK.
 
Plt. Irjen Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang mengatakan bahwa dalam Permendikbud nomor 44 tahun 2019 menyebutkan, bahwa kriteria di dalam jalur seleksi zonasi, PPDB harus melakukan seleksi jarak sebagai alat seleksi utama dan pertama. Sedangkan kriteria usia hanya boleh dilakukan untuk menyeleksi kuota bangku terakhir jika terjadi kelebihan daya tampung dan kesamaan kriteria jarak.

Lalu bagaimana tanggapan Kemendikbud terkait masalah ini?
(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif