Dicurigai Ada yang Main di Balik Tertundanya RUU Penyiaran

CrossCheck transformasi digital
Medcom • 19 Juli 2020 14:54
Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran belum juga rampung. Padahal, bentuk-bentuk penyiaran makin marak dilakukan melalui media sosial maupun media baru seperti YouTube dan lain-lain.

Sementara, aturan yang ada belum bisa dijadikan pengawal dalam menjaga agar konten-konten tersebut tidak mengganggu kepentingan publik.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tetap ingin menyelesaikan revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Atas UU Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penyiaran.

Diungkapkannya, dari sisi legislasi bisnis televisi melalui OTT belum ada payung hukum acuan penyiarannya. Sementara, mainstream TV harus mengikuti seluruh undang-undang yang ada dan diatur secara disiplin, tertib dengan kewajiban dan sanksi-sanksi.

Namun, seiring dengan disrupsi teknologi, perkembangan penyiaran mulai bermunculan di berbagai platform dengan jenis penyiaran yang berbayar.

(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif