Jakarta: Komite Disiplin PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar. Keputusan tersebut diambil menyusul tindakan tidak sportif yang dilakukan Hilmi saat membela Putra Jaya Pasuruan dalam laga Liga 4 melawan Perseta 1970 Tulungagung pada 5 Januari lalu.
Dalam rekaman pertandingan yang beredar luas di media sosial, Hilmi terlihat melakukan tackle keras ke arah dada pemain Perseta, Firman Nugraha Ariansyah. Aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan lawan dan tidak menunjukkan upaya merebut bola, sehingga menuai kecaman dari pecinta sepak bola Tanah Air.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Komdis PSSI Jawa Timur bergerak cepat dengan menjatuhkan sanksi disiplin berupa denda Rp2,5 juta serta larangan seumur hidup mengikuti seluruh aktivitas dan kompetisi sepak bola di Indonesia. Selain itu, manajemen Putra Jaya Pasuruan PLM juga memutuskan untuk memecat Hilmi sebagai pemain, sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan tidak sportif.
Ketua Komite Disiplin PSSI, Umar Husin, menegaskan bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan para pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menghindari aksi brutal di lapangan. “Siapapun atlet harus dilindungi. Prinsip perlindungan atlet telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 juncto Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Kami mengimbau seluruh insan sepak bola agar selalu mempertimbangkan keselamatan sesama atlet,” ujarnya.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di