Puluhan gajah dihias dengan lukisan motif bunga berwarna-warni dan berjalan beriringan menyusuri jalan kota. Atraksi ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi lokal yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
Selain parade, suasana semakin semarak dengan tradisi saling menyiram air yang identik dengan perayaan Songkran. Warga dan wisatawan turut larut dalam keceriaan, memainkan perang air yang melambangkan pembersihan diri, pembaruan, serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.
Festival Songkran yang diperingati setiap pertengahan April ini juga semakin tertata dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah setempat mendorong perayaan yang lebih tertib, khususnya di kawasan wisata, guna menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung tanpa mengurangi kemeriahan tradisi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)