Sampan Jadi Tempat Berlindung Warga Wuring Laut Pasca Gempa NTT

Medcom • 27 Agustus 2026 18:14
Sikka: Bagi sebagian warga Desa Wuring Laut, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sampan bukan hanya menjadi alat untuk mencari nafkah. Di tengah gempa susulan yang masih terjadi, sampan justru menjadi tempat mereka mencari rasa aman. Sejumlah warga memilih bertahan di atas sampan dibandingkan mengungsi di lokasi terpusat yang berjarak sekitar 5 kilometer dari desa.

Pilihan tersebut tidak lepas dari pengalaman pahit warga saat bencana tsunami Tahun 1992. Permukiman Wuring Laut yang berada di atas laut membuat trauma itu masih membekas hingga kini. Setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026, sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri di kapal, sampan, maupun sekitar rumah mereka.

Tawin, salah seorang warga, mengaku langsung turun ke sampan ketika gempa susulan terjadi. Sampan miliknya dapat menampung sekitar 10 orang bersama anak-anak. Sebagai nelayan, ia juga merasa lebih terbiasa berada di laut. “Karena kita rasa aman di sampan. Karena terjadi waktu 1992 kan begitu. Makanya kita baiknya turun di sampan saja,” ujar Tawin.

Meski sebagian warga mulai kembali ke rumah, Tawin mengaku belum kembali melaut. Ia masih menunggu arahan pemerintah mengenai kondisi keamanan di perairan. Di tengah ketidakpastian pascagempa, sampan-sampan yang biasanya digunakan mencari ikan kini menjadi tempat warga menenangkan diri dan menjaga keluarga dari rasa cemas.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Gempa Bumi NTT Bencana