Sepasang lampion berornamen merah khas Tionghoa tersebut terpasang mencolok di area vihara. Masing-masing lampion memiliki lebar 7,6 meter, tinggi 4,6 meter, dan berat mencapai sekitar 260 kilogram. Untuk penerangan, lampion raksasa ini menggunakan daya listrik hingga 8.000 watt.
Lampion raksasa tersebut terlihat semakin indah saat dinyalakan pada malam hari. Menariknya, seluruh proses pembuatan lampion menggunakan bahan-bahan lokal, seperti kain, rotan, dan bambu, yang dikerjakan oleh perajin setempat.
Proses pembuatan satu pasang lampion memakan waktu hingga satu bulan dengan melibatkan sekitar 10 orang pekerja. Biaya produksi satu pasang lampion raksasa ini mencapai sekitar Rp30 juta dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)