Operasi modifikasi cuaca menyasar sejumlah wilayah terdampak banjir, di antaranya Jepara, Kudus, Pati, dan Demak yang masuk kawasan Muria Raya. Selain itu, OMC juga dilakukan di wilayah Pantura lainnya seperti Kendal, Batang, Pekalongan, hingga Pemalang guna mengurangi potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Prastato Hendarsanto, menjelaskan bahwa dalam operasi ini pihaknya mengerahkan dua armada pesawat. Masing-masing pesawat membawa sekitar satu ton atau 1.000 kilogram bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) yang digunakan untuk mengendalikan pembentukan awan hujan, dengan fokus utama di wilayah Muria Raya dan Pekalongan Raya.
Operasi modifikasi cuaca dilakukan secara intensif selama 24 jam, mulai pagi hingga malam hari, menyesuaikan dengan prakiraan cuaca dari BMKG. Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi hingga 21 atau 22 Januari di wilayah utara Pantura dan kawasan Muria Raya. Pemerintah berharap langkah ini dapat mengurangi risiko banjir susulan dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)