Keriput di wajah mereka tak menyurutkan semangat beribadah. Selama Ramadan, para santri lansia menjalani rangkaian kegiatan hampir sepanjang hari dalam suasana khusyuk. Sejak waktu sahur hingga larut malam, mereka mengisi waktu dengan berbagai amalan dan pembelajaran agama.
Usai salat Subuh, para santri mengikuti pengajian tafsir Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan madrasah. Menjelang Ashar hingga waktu berbuka, pengajian kembali digelar untuk memperdalam pemahaman keislaman.
Malam hari pun tak dilewatkan begitu saja. Seusai salat Tarawih, para santri melanjutkan tadarus dan mujahadah bersama. Di usia yang tak lagi muda, semangat mereka menjadi inspirasi, membuktikan bahwa menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Tuhan tak mengenal batas waktu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)