Untuk pertama kalinya, turnamen e-sport masuk dalam rangkaian resmi peringatan Hari Desa. Kehadiran kompetisi ini menjadi simbol adaptasi desa terhadap perkembangan zaman, sekaligus wadah penyaluran minat dan bakat generasi muda di bidang gim dan teknologi digital.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menilai turnamen e-sport sebagai ruang positif bagi pemuda desa untuk mengembangkan potensi diri. Ajang ini juga diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang kelak berperan sebagai pelaku ekonomi kreatif digital berbasis desa.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menyebut turnamen e-sport tidak sekadar kompetisi antar tim. Kegiatan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia dari desa serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui e-sport, pemuda pedesaan didorong lebih aktif terlibat dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)