Chiki Fawzi mengaku kondisi psikisnya sempat terdampak saat merasakan gempa besar di NTT. Saat itu, ia dan para relawan perempuan tinggal di tenda dekat sumur untuk memudahkan kebutuhan air.
Namun, gempa kembali terjadi pada pagi hari hingga membuat bagian rumah tempat penyimpanan alat medis runtuh. Chiki mengaku keluar dari tenda dalam kondisi gemetar dan sempat bingung harus pergi ke mana.
Saat masuk ke mobil untuk membawa bantuan, gempa susulan kembali terjadi hingga membuat mobil yang ditumpanginya bergeser dan terasa seperti melompat. Meski sempat panik, Chiki berusaha mengingat kembali tujuannya datang ke NTT untuk membantu para korban.
Setelah situasi mulai stabil, Chiki dan tim kembali menyalurkan bantuan ke sejumlah posko mandiri. Kegiatan bersama anak-anak baru dilakukan keesokan harinya karena saat gempa terjadi, banyak anak dan lansia masih histeris serta membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
(rzs)