Inisiatif ini digagas oleh pemiliknya, Anantasari, yang tergerak dari kebiasaan memilah sampah rumah tangga. Sejak 2021, ia mulai memanfaatkan limbah organik seperti kulit buah untuk diolah menjadi ecoenzim melalui proses fermentasi. Cairan alami ini kemudian digunakan sebagai bahan utama mencuci pakaian di usahanya.
Meski sempat menuai keraguan dari pelanggan karena warna cairannya yang kecokelatan, ecoenzim terbukti mampu membersihkan noda tanpa merusak serat kain. Bahkan, limbah air hasil cucian dinilai lebih aman karena tidak mencemari lingkungan sekitar dan tetap menjaga ekosistem di saluran air.
Langkah sederhana ini menjadi bukti bahwa perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan bisa dimulai dari hal kecil. Melalui inovasi tersebut, tak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap dampak limbah rumah tangga demi menjaga kelestarian lingkungan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)