Tradisi ini biasanya dilakukan sejak hari pertama Lebaran dengan mengunjungi makam para pendahulu. Selain mendoakan, ziarah kubur juga menjadi sarana untuk mengingat jasa para leluhur yang telah berjasa bagi keluarga.
Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik, menjelaskan, ziarah kubur memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat. “Lebaran itu menjadi momen menyelesaikan hubungan antarsesama dan memohon ampunan kepada Tuhan. Biasanya diwujudkan dengan ziarah ke makam leluhur, tokoh agama, ulama, maupun sesepuh keluarga,” ujarnya.
Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap asal-usul yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bagi warga Tegal, ziarah kubur bukan sekadar ritual, melainkan bagian penting dalam memaknai Hari Raya Idulfitri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)