Dengan dukungan AI, hasil jahitan menjadi lebih rapi, presisi, dan konsisten. Mesin juga mampu mengoptimalkan proses pemotongan kain sehingga menghasilkan bentuk yang lebih halus dan akurat. Inovasi ini dinilai membantu pelaku industri dalam menghasilkan produk premium dengan biaya produksi yang lebih efisien.
Perwakilan industri garmen asal Ungaran, Ema, mengatakan penggunaan mesin berbasis AI mempermudah sekaligus mempercepat proses produksi. Menurutnya, fitur pemotongan otomatis membuat hasil potongan lebih halus dan ringan saat digunakan, sehingga mendukung pengerjaan kain tebal maupun bahan berlapis ganda.
Pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat memperkuat daya saing industri garmen Jawa Tengah di pasar nasional maupun internasional. Selain meningkatkan kualitas, transformasi dari mesin konvensional ke sistem berbasis AI juga dinilai mampu menekan biaya teknis dalam jangka panjang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)