Karhutla Berau Ancam Kawasan Rehabilitasi Orangutan

Medcom • 31 Agustus 2026 13:52
Berau: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tak hanya mengancam permukiman dan aktivitas warga, tetapi juga kawasan konservasi yang menjadi tempat perlindungan dan rehabilitasi orangutan. Sejumlah lokasi rehabilitasi bahkan berada sekitar 500 meter hingga 1 kilometer dari titik api.

Di antaranya kawasan Long Sam yang dikelola Conservation Action Network di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, kawasan Bora yang menjadi pusat perlindungan orangutan di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, serta klinik dan pusat karantina orangutan di Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. 

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Berau BKSDA Kalimantan Timur Yulian Sadono mengatakan, karhutla menjadi salah satu ancaman bagi keberlangsungan hidup orangutan. Untuk mengantisipasinya, petugas meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan di sekitar kawasan rehabilitasi.

“Kalau dari teman-teman di lapangan sendiri cara untuk mengantisipasi itu seperti apa? Mereka melakukan patroli pagi, siang, malam. Kemudian kalau ada kebakaran, tim tersebut melakukan pemadaman,” ujar Yulian. Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Berau, tim medis juga rutin memeriksa kesehatan orangutan untuk memastikan satwa tidak mengalami gangguan akibat asap dan memburuknya kualitas udara.

Petugas juga bersiaga karena abu sempat ditemukan di sekitar kandang salah satu orangutan dan titik api pernah berada kurang dari 1 kilometer dari lokasi. Ancaman karhutla terhadap kawasan konservasi turut menjadi perhatian Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Berau. Hingga kini, titik api masih terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Kelay, Teluk Bayur, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Pulau Derawan. Petugas gabungan terus melakukan pemadaman, pendinginan, serta patroli untuk mencegah api meluas ke kawasan rehabilitasi orangutan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Kebakaran hutan Kalimantan Timur Orangutan