Warga berkumpul di alun-alun untuk mengikuti munggahan mapak, yang diawali dengan doa bersama. Setelah itu, mereka menggelar makan bersama dengan membawa aneka hidangan khas Sunda seperti nasi liwet, lauk-pauk tradisional, hingga kue rumahan yang disiapkan dari rumah masing-masing.
Salah seorang warga, Ida Farida, mengatakan tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana mempererat silaturahmi sebelum menjalani ibadah puasa. Masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan instansi pemerintahan, turut berpartisipasi dengan membawa bekal untuk disantap bersama di area alun-alun.
Camat Menes, Usep Sudarmana, menyebut tradisi ini telah digelar untuk keempat kalinya dan semakin memperkuat suasana kekeluargaan di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kental, munggahan mapak menjadi cerminan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga persatuan menjelang Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)