Pemimpin jemaah Asy-Syahadatain Desa Tinumpuk, Habib Zaenal Abidin, mengatakan pelaksanaan salat Id dilakukan setelah jemaah menyelesaikan ibadah puasa selama 30 hari. Penentuan awal Ramadan dan Syawal oleh jemaah ini menggunakan metode hisab yang pada tahun ini jatuh pada Rabu Kliwon.
Selain di Desa Tinumpuk, salat Id lebih awal juga dilaksanakan jemaah Asy-Syahadataindi sejumlah wilayah lain. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dengan diikuti ribuan jemaah.
Sementara itu, di Tulungagung, ratusan santri dan warga Pesantren Al-Khoiriyah juga merayakan Idulfitri lebih awal. Mereka menggelar salat Id di Masjid Nur Muhammad, Desa Wates, tanpa menggunakan pengeras suara. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)