Selain sebagai pelestarian budaya, Pasar Bandeng dimanfaatkan petani tambak untuk menjajakan hasil budidaya mereka guna meningkatkan pendapatan. Kabupaten Gresik sendiri dikenal sebagai sentra penghasil bandeng, dengan luas lahan budidaya mencapai 28.653 hektare dan produksi pada 2025 sebesar 91.400 ton atau senilai Rp1,979 triliun.
Plt Kepala Dinas Perikanan Gresik Eko Anindito Putro mengatakan potensi tersebut mendorong penetapan Gresik sebagai Kampung Bandeng, salah satunya di Desa Pangkah Wetan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kabupaten Gresik ini sangat potensial untuk budaya bandeng karena lahannya mencapai 28.653 hektare. Tahun 2025 menghasilkan sekitar 91.400 ton atau senilai Rp1,979 triliun,” ujarnya.
Kontes Bandeng Kawak 2026 yang menjadi rangkaian Pasar Bandeng digelar selama tiga hari mulai malam 27 Ramadan di kawasan Bandar Gresik. Dalam ajang tersebut, bandeng seberat 19 kilogram milik petambak asal Desa Pangkah Wetan, Syaifullah Mahdi, keluar sebagai juara pertama dan memecahkan rekor. Ia berhak atas uang pembinaan Rp30 juta, disusul juara kedua dengan bobot 14 kilogram dan juara ketiga 8 kilogram. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)