Dibangun pada tahun 1883, Green Cape Lighthouse awalnya menggunakan bahan bakar minyak tanah sebelum beralih ke listrik pada 1960-an. Namun memasuki era 1990-an, operasionalnya dihentikan dan digantikan oleh sistem navigasi modern yang dinilai lebih efisien secara biaya.
Kini, mercusuar setinggi 29 meter tersebut kembali aktif dengan teknologi yang lebih hemat energi. Lampu berdaya 10 watt menerangi perairan sekitar, sementara sistem optiknya tetap mempertahankan karakter klasik dengan mekanisme yang berputar setiap 30 detik, menciptakan cahaya yang stabil bagi kapal di lepas pantai.
Kembalinya fungsi mercusuar ini bukan hanya soal navigasi, tetapi juga pelestarian warisan sejarah maritim. Green Cape Lighthouse kini berdiri sebagai simbol bagaimana teknologi lama dan baru dapat berpadu, menjaga keselamatan sekaligus merawat jejak masa lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)