Sejak pagi, Alun-Alun Wates telah dipadati warga dari berbagai wilayah. Mereka rela berpanas-panasan demi menyaksikan prosesi adat yang sarat makna. Suasana berubah riuh ketika doa bersama selesai dan aba-aba diberikan, ratusan orang serentak berhamburan menuju gunungan.
Puluhan gunungan yang tersusun rapi berisi hasil bumi, jajanan pasar, serta aneka kebutuhan pokok menjadi simbol kemakmuran dan harapan akan keberkahan. Warga percaya, siapa pun yang mendapatkan bagian dari gunungan tersebut akan memperoleh berkah menjelang Ramadan.
Nyadran Agung bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengenang para leluhur. Di tengah semangat berbagi dan kebersamaan, tradisi ini terus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Kulon Progo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)