Perayaan ini tidak hanya menampilkan tradisi Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol akulturasi budaya. Kehadiran ondel-ondel Betawi dan tabuhan rebana menambah semarak acara, menciptakan harmoni unik dari pertemuan dua momen besar yang berlangsung bersamaan.
Pengunjung yang datang pun dapat menikmati beragam sajian di pasar Imlek. Kuliner khas Tionghoa tersaji berdampingan dengan aneka takjil untuk berbuka puasa, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat di tengah keramaian pusat kota.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap dapat menyebarkan pesan optimisme dan persatuan bagi seluruh warga Jakarta. Perayaan Cap Go Meh di tengah Ramadan menjadi gambaran nyata toleransi dan keberagaman yang hidup berdampingan di Ibu Kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)