Dalam bahasa Maya, Tonina berarti 'rumah batu'. Situs yang telah berdiri sejak abad pertama masehi ini pernah menjadi pusat politik dan kegiatan upacara penting. Selain itu, Tonina juga dikenal memiliki sejarah persaingan dengan kota Palenque, yang sama-sama menjadi kekuatan besar dalam peradaban Maya pada masanya.
Selama masa penutupan, proses konservasi dilakukan oleh Instituto Nacional de Antropología e Historia. Upaya tersebut meliputi penataan ulang teras, restorasi Plaza Tengah, hingga penguatan berbagai struktur penting seperti makam dan altar, guna menjaga keaslian situs sekaligus meningkatkan keamanan bagi pengunjung.
Dibukanya kembali Toniná diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya dunia. Situs ini pun kembali menjadi destinasi menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyusuri jejak peradaban kuno yang penuh makna. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)