Manisnya Dodol Betawi, Kuliner Legendaris yang Laris di Lebaran Betawi

Medcom • 13 April 2026 17:48
Jakarta: Dodol khas Betawi menjadi salah satu kuliner yang paling diburu pengunjung dalam Festival Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang khas menjadikan makanan tradisional ini tetap diminati lintas generasi.

Di salah satu stan, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan dodol yang masih dilakukan secara tradisional. Bahan utama seperti gula, santan, dan tepung ketan diolah dengan cara dimasak selama lima hingga enam jam hingga menghasilkan tekstur yang legit.

Salah satu penjual, Mukri, menyebutkan ciri khas dodol Betawi terletak pada penggunaan ketan murni tanpa campuran beras. “Rasanya lebih asli dan lebih enak,” ujarnya. Selain varian original, dodol juga tersedia dalam berbagai rasa seperti durian, wijen, dan ketan hitam.

Tak hanya dodol, stan tersebut juga menjual aneka kuliner khas Betawi lainnya seperti geplak, tape uli, dan bir pletok. Kehadiran beragam makanan tradisional ini turut menambah daya tarik festival.

Selama festival berlangsung, penjualan dodol meningkat signifikan dengan omzet berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per hari. Produk dodol dijual dengan harga Rp100.000 per kilogram, sementara kemasan kecil dibanderol sekitar Rp15.000.

Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean panjang di sejumlah stan dodol. Kuliner legendaris ini tidak hanya menjadi sajian khas, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Betawi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional