Ajang ini tidak sekadar perlombaan kecepatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kerja keras para petani. Suasana ladang di Bongabon dipenuhi derap kaki kerbau dan kepulan debu saat perlombaan berlangsung di bawah terik matahari.
Lebih dari 140 kerbau turut ambil bagian dalam balapan yang menuntut keterampilan dan koordinasi tinggi antara joki dan hewan ternaknya. Para peserta mengendalikan kerbau menggunakan tali layaknya kemudi untuk menjaga arah tetap di jalur lintasan.
Bagi masyarakat setempat, tradisi ini telah berkembang dari perayaan pascapanen menjadi ajang olahraga sekaligus daya tarik wisata. Pemerintah daerah menyebut kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap petani yang menjadi tulang punggung produksi bawang di wilayah tersebut.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kerbau bernama Super Nino keluar sebagai juara di kelas utama. Sang pemilik berhak membawa pulang hadiah uang tunai serta piala sebagai simbol kebanggaan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)