Karhutla Mengancam Habitat Satwa di Kalimantan

Medcom • 24 Agustus 2026 13:05
Berau: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak hanya mengancam permukiman dan aktivitas warga, tetapi juga mengganggu habitat satwa liar. Dampak kebakaran di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bahkan mengancam satwa yang dilindungi. Ribuan hektare lahan dan hutan terbakar membuat sejumlah satwa terpaksa meninggalkan habitatnya untuk mencari tempat berlindung.

Salah satu satwa yang ditemukan keluar dari habitatnya adalah seekor burung rangkong atau enggang. Satwa khas Kalimantan tersebut ditemukan berada di sebuah kafe di Kelurahan Gunung Panjang. Kemunculan rangkong di wilayah perkotaan diduga berkaitan dengan kondisi habitatnya yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Rangkong yang masih anakan tersebut kemudian diserahkan kepada BKSDA untuk mendapatkan penanganan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali. 

“Kita menerima laporan burung rangkong, burung khas Kalimantan atau enggang masuk kota. Mungkin pengaruh asap di hutan sampai dia sudah masuk kota. Ini burungnya masih anakan,” ujar petugas Tim Rescue Damkar, Indra.

Keluarnya rangkong dari habitatnya menjadi salah satu gambaran dampak karhutla terhadap ekosistem dan satwa liar di Kalimantan. Berdasarkan pantauan terkini, kabut asap di Berau mulai menipis dibandingkan hari sebelumnya. Data BMKG mencatat jumlah titik panas di Berau mulai menurun menjadi 339 titik. Warga berharap kabut asap segera menghilang dan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dapat diproses sesuai ketentuan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Kebakaran hutan Satwa Langka Hutan Tropis Indonesia Kalimantan Timur