Jepara: Bonsai tidak hanya menjadi tanaman hias dan koleksi seni, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi masyarakat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan lebih dari 4.000 pegiat yang tergabung dalam komunitas, bonsai berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari dekorasi hingga suvenir.
Para pegiat bonsai di Jepara membangun jaringan komunitas hingga tingkat ranting untuk memperkuat perkembangan seni bonsai di daerah tersebut. Potensi ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang mendorong para perajin mengembangkan bonsai tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai sumber penghasilan.
Menurutnya, besarnya komunitas menjadi modal untuk membangun usaha dan memperluas pasar bonsai ke berbagai kalangan. Para perajin juga didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan nilai jual produk, serta memanfaatkan peluang pemasaran yang lebih luas.
Pengembangan bonsai menjadi produk dekorasi dan suvenir dinilai dapat membuka pilihan usaha bagi masyarakat dengan kemampuan dan keterampilan yang beragam. Dengan pengembangan yang tepat, bonsai diharapkan tidak hanya memperkuat identitas seni Jepara, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan menambah pendapatan masyarakat.
(MUM)